English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tampilkan postingan dengan label tugas softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas softskill. Tampilkan semua postingan

Application of Quantum Computer


    Komputer kuantum adalah alat hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum, misalnya superposisi dan keterkaitan, untuk melakukan operasi data. Dalam komputasi klasik, jumlah data dihitung dengan bit; dalam komputer kuantum, hal ini dilakukan dengan qubit. Jika dikatakan, komputer kuantum hanya butuh waktu 20 menit untuk mengerjakan sebuah proses yang butuh waktu 1025 tahun pada komputer saat ini, kita tentu akan tercengang. Hal inilah yang membuat para ilmuwan begitu tertarik untuk mengembangkan kemungkinan terbentuknya komputer kuantum. Meskipun hingga saat ini belum tercipta sebuah komputer kuantum yang dibayangkan oleh para ilmuwan, kemajuan ke arah sana terus berlangsung. Bahkan yang menarik, ternyata perkembangan komputer kuantum juga mengikuti apa yang dikatakan oleh Gordan Moore sang Genius IBM "Kemampuan Prosesor akan meningkat dua kali lipat dalam jangka waktu 18 bulan". Jika hal ini benar, para ilmuwan akan dapat membangun sebuah komputer kuantum hanya dalam waktu lima tahun ke depan. Setidaknya, begitulah yang dikatakan oleh Raymond Laflamme, ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi dengan data ini dan teknologi ini adalah salah satu hasil dari "applied Physic"(fisika terapan).
      

1. Cryptography
Spies, komunikasi, dan kode rahasia and Kriptografi adalah seni encoding dan decoding pesan dan telah ada selama orang tidak mempercayai satu sama lain dan berusaha. Tujuan dari kriptografi adalah untuk mengirimkan informasi tersebut bahwa hanya penerima yang dimaksud menerimanya. Meskipun bidang kriptografi adalah kuno, tidak statis. teknik kriptografi telah berevolusi selama berabad-abad, dengan pembuat kode bekerja untuk berada di depan para-pemecah kode. Langkah besar selanjutnya dalam proses evolusi mungkin di tanganenkripsi yang paling umum metode Hari ini terancam oleh potensi penciptaan dari komputer kuantum. Tapi sudah kriptografi kuantum telah dikembangkan yang menjanjikan komunikasi yang lebih aman daripada teknik yang sudah ada dan tidak bisa dikompromikan oleh komputer kuantum.kriptografi mengambil keuntungan dari perilaku yang tidak biasa dan unik benda mikroskopis untuk memungkinkan pengguna untuk mengembangkan kunci rahasia aman serta untuk mendeteksienguping.

2. Searching
Sistem pencarian data dalam sebuah basis data merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Kebutuhan akan informasi yang cepat mengakibatkan dinamika basis data yang semakin cepat pula. Untuk itu jarang sekali indeks-indeks dalam basis data tersebut diurutkan terlebih dahulu, karena mengingat waktu yang dibutuhkan untuk pengurutan indeks-indeks itu sendiri cukup lama meskipun pencarian data akan membutuhkan waktu relatif lebih singkat dibandingkan dengan indeks-indeks yang tak terurut.

3. Faktorising
Pada tahun 1995, Peter Shor merumuskan sebuah algoritma yang memungkinkan penggunaan komputer kuantum untuk memecahkan masalah faktorisasi dalam teori bilangan. Hingga saat ini, riset di bidang komputer kuantum terus dijalankan di seluruh dunia. Beberapa kendala terus dicari pernyelesaiannya. Berbagai metode dikembangkan untuk memungkinkan terwujudnya sebuah komputer yang memilki kemampuan yang luar biasa ini. Sejauh ini, sebuah komputer kuantum yang telah dibangun hanya dapat mencapai kemampuan untuk memfaktorkan dua digit bilangan.

4. Simulating
Simulasi komputer telah lama diterima sebagai metodologi yang ketiga dalam banyak cabang il pengetahuan dan insinyur- komputer konvensional dapat digunakan untuk mensimulasikan komputer kuantum yang relatif kecil tetapi secara signifikan lebih besar dari mesin eksperimental yang telah dibangun. Oleh karena itu, mencolok bahwa gagasan teoretis tentang perhitungan kuantum yang jarang dihadapkan dengan eksperimen numerik yang dapat dilakukan keluar pada saat ini (super) komputer.

  


























Fundamental Challenges in Mobile Computing

1.         Introduction
                  What is really different about mobile computing? The computers are smaller and bits travel by wireless rather than Ethernet. How can this possibly make any difference?
                  Isn’t a mobile system merely a special case of a distributed system? Are there any new and deep issues to be investigated, or is mobile computing just the latest fad?

1.2. The Need for Adaptation
                  Mobility exacerbates the tension between autonomy and interdependence that is characteristic of all distributed systems. The relative resource poverty of mobile elements as well as their lower trust and robustness argues for reliance on static servers. But the need to cope with unreliable and low-performance networks, as well as the need to be sensitive to power consumption argues for selfreliance.
1.3. Taxonomy of Adaptation Strategies
                  The range of strategies for adaptation is delimited by two extremes, as shown in Figure 1. At one extreme, adaptation is entirely the responsibility of individual applications. While this laissez-faire approach avoids the need for system support, it lacks a central arbitrator to resolve incompatible resource demands of different applications and to enforce limits on resource usage. It also makes applications more difficult to write, and fails to amortize the development cost of support for adaptation.
1.4. The Extended Client-Server Model
                  Another way to characterize the impact of mobile computing constraints is to examine their effect on the classic client-server model. In this model, a small number of trusted server sites constitute the true home of data. Efficient and safe access to this data is possible from a much larger number of untrusted client sites. Techniques such as caching and read-ahead can be used to provide good performance, while end-to-end authentication and encrypted transmission can be used to preserve security.
2.      Summary of Coda and Odyssey Results
                  Since the research contributions of Coda have already been extensively documented in the literature, we only provide a high-level summary of the key results here:

- Disconnected operation
- Optimistic replication
- Support for weak connectivity
- Isolation-only transactions
- Server replication
3.                3.         Fertile Topics for Exploration
                  Each topic is presented in two parts: a brief discussion that lays out the problem space of the topic, followed by a sample of open questions pertaining to it. Again, my aim in posing these questions is not to be exhaustive but to offer food for thought.

      3.1. Caching Metrics
                  Caching plays a key role in mobile computing because of its ability to alleviate the performance and availability limitations of weakly-connected and disconnected operation. But evaluating alternative caching strategies for mobile computing is problematic.
3.2. Semantic Callbacks and Validators
                  Preserving cache coherence under conditions of weak connectivity can be expensive. Large communication latency increases the cost of validation of cached objects. Intermittent failures increase the frequency of validation, since it must be performed each time communication is restored.
                  A lazy approach that only validates on demand could reduce validation frequency; but this approach would worsen consistency because it increases the likelihood of stale objects being accessed while disconnected. The cost of cache coherence is exacerbated in systems like Coda that use anticipatory caching for availability, because the number of objects cached (resident set size) is much larger than the number of objects in current use (working set size).

3.3. Algorithms for Resource Revocation
                  Application-aware adaptation complicates the problem of resource management. In principle, the system owns all resources. At any time, it may revoke resources that it has temporarily delegated to an application. Alas, reality is never that simple. A variety of factors complicate the problem.

3.4. Analysis of Adaptation
                  How does one compare the adaptive capabilities of two mobile clients? The primary figure of merit is agility, or the ability of a client to promptly respond to perturbations. Since it is possible for a client to be more agile with respect to some variables (such as bandwidth) than others (such as battery power), agility should be viewed as a composite metric.
A system that is highly agile may suffer from instability. Such a system consumes almost all its resources reacting to minor perturbations, hence performing little useful computation. The ideal mobile client is obviously one that is highly agile but very stable with respect to all variables of interest.

3.5. Global Estimation from Local Observations
                  Adaptation requires a mobile client to sense changes in its environment, make inferences about the cause of these changes, and then react appropriately. These imply the ability to make global estimates based on local observations.

4.                 4.   Conclusion
                  The tension between autonomy and interdependence is intrinsic to all distributed systems. Mobility exacerbates this tension, making it necessary for mobile clients to tolerate a far broader range of external conditions than has been necessary hitherto. Adaptation is the key to mobility. By using local resources to reduce communication and to cope with uncertainty, adaptation insulates users from the vagaries of mobile environments. Our research is exploring two different approaches to adaptation: application-transparent and application-aware. Our experience with Coda confirms that application-transparent adaptation is indeed viable and effective for a broad range of important applications. In circumstances where it is inadequate, our initial experience with Odyssey suggests that application-aware adaptation is the appropriate strategy.
                  In closing, it is worth speculating on the long-term impact of mobility on distributed systems. In his book Mind Children, my colleague Hans Moravec draws an analogy between the seminal role of mobility in the evolution of biological species, and its influence on the capabilities of computing systems [10]. Although Hans’ comments are directed at robotic systems, I believe that his observation applies equally well to a much broader class of distributed computing systems involving mobile elements. Mobility will influence the evolution of distributed systems in ways that we can only dimly perceive at the present time. In this sense, mobile computing is truly a seminal influence on the design of distributed systems.

sumber : www.cs.cmu.edu/~coda/docdir/podc95.pdf 

CLOUD COMPUTING

    Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet.  Awan (cloud) adalah metafora dari internet sebagaimana awan yang sering digambarkan didiagram jaringan komputer.  Sebagaimana awan dalam jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.
           Teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.
Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:
Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.
·         Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
·         Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
·         Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
·         Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
·         Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.


sumber:

http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan

CONTOH BROSUR USAHA RETAIL

     Kali ini saya akan memberikan contoh brosur pada usaha retail.
Contoh brosur dibawah saya buat menggunakan adobe photoshop dan photoscape.


Strategi promosi pada industri retail

     Pada postingan kali ini, yang akan saya bahas masih mengenai industri retail, tapi yang saya akan bahas disini adalah mengenai strategi promosi pada industri retail.
     Dari sumber yang saya baca, dapat disimpulkan ada 5 bentuk promosi yaitu (1) personal selling, (2) advertising, (3) sales promotion, (4) public relations dan (5) Publicity. Masing-masing bentuk memiliki kekhususan sendiri yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari toko.    
(1)    Personal selling
adalah bentuk promosi produk secara langsung kepada calon pembeli yang dianggap potensial oleh suatu perusahaan . Teknis pelaksanaannya dapat melalui tatap muka pada tempat-tempat yang dianggap representatif atau dapat dilakukan melalui telepon, atau mendatangi langsung calon pembeli tersebut. Bentuk promosi ini dapat dikatakan bentuk yang relatif lebih banyak membutuhkan biaya jika dibandingkan bentuk promosi lainnya sehingga bagi suatu toko berskala kecil dan menengah, bentuk promosi ini kurang cocok untuk diterapkan. 
(2)     Advertising,
adalah suatu media komunikasi yang bersifat massal dimana suatu sponsor telah menerima sejumlah pembayaran tertentu. Bentuk paling umum yang dapat ditemukan untuk jenis ini yaitu pada televisi dan radio
atau pada media cetak (majalah dan surat kabar). Alternatif bentuk lainnya dapat berupa direct mail, atau melalui billboards dan juga buku telepon (halaman kuning). Bentuk promosi jenis ini bagi toko berskala kecil dan menengah dapat diterapkan dalam bentuk direct mail sederhana misalnya pengiriman brosur perkenalan mengenai toko ke rumah-rumah yang relatif dekat dengan lokasi toko oleh lebih dari satu orang kurir, atau bentuk lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan toko tersebut.
(3) Sales promotion, 
adalah suatu aktivitas yang dibuat sedemikian rupa untuk menjadi pelengkap advertising dan sekaligus sebagai media yang dapat memudahkan personnal selling. Kegiatan ini dibiayai oleh sponsor dan kadangkala diberikan insentif tertentu untuk lebih menggairahkan penjualan. Kebanyakan sales promotions yang dilakukan langsung ditujukan pada calon pembeli. Hal ini semata-mata untuk lebih mendorong para distributor untuk lebih meningkatkan volume penjualan. Beberapa aktivitas yang termasuk sales promotions diantaranya yaitu pameran dagang, display barang dalam toko dengan tata letak yang menarik, potongan harga, pemberian sample secara cuma-cuma, serta pemberian kupon undian berhadiah. Aktivitas yang relatif dapat diterapkan pada toko terutama yang berskala kecil dan menengah antara lain, adalah pengaturan tata letak yang
menarik, potongan harga pada produk-produk tertentu di toko serta pemberian kupon undian berhadiah. Potongan harga ini tentunya telah memperhitungkan berbagai aspek terutama aspek pembiayaan. Begitupula
dengan kupon undian berhadiah, hadiah yang disediakan umumnya dapat diperoleh melalui kerjasama dengan perusahaan rekanan tertentu sehingga unsur biaya dapat ditekan. Aktivitas lainnya dapat diterapkan melalui
kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.
(4)   Public relations,
 memiliki ruang lingkup yang lebih luas dan lebih mengarah ke pembentukan opini bagi perusahaan dan produk yang dihasilkan. Bentuk promosi ini sangat berbeda dengan advertising dan personal selling yaitu tidak ada pesan spesifik mengenai penjualan produk. Target konsumen bisa para pemegang saham, badan usaha milik pemerintah atau kelompok-kelompok usaha tertentu. Public relations dapat berupa newsletter (semacam media cetak nonformal yang beredar terbatas di ruang lingkup usaha atau kegiatan tertentu), annual reports (laporan tahunan), aktivitas lobbying, atau menjadi sponsor untuk suatu acara yang bersifat amal. Bagi toko yang sudah mapan, berada pada skala yang dapat dikatakan besar atau bahkan sudah
merupakan bisnis eceran yang sesungguhnya seperti hypermarket, bentuk promosi ini dapat menjadi alternatif yang cukup potensial untuk memberi image bagi konsumen 
(5)   Publicity,
 yaitu bentuk khusus dari public relations dimana intinya adalah terdapat berita atau perkembangan terbaru dari suatu perusahaan atau produk. Berbeda dengan advertising, pada publicity perusahaan atau suatu
organisasi tidak perlu mengeluarkan biaya atas pernyataan atau berita yang disampaikan di suatu media sehingga akibatnya perusahaan atau organisasi tersebut tidak mempunyai hak kontrol. Namun karena bentuknya merupakan berita maka publicity memiliki kredibilitas yang lebih jika dibanding dengan advertising. Tentunya perusahaan atau organisasi menginginkan publicity yang baik atau bersifat positif. Sama seperti pada public relations, publicity dapat diterapkan pada tingkat bisnis eceran yang sudah mapan.

Analisa persaingan dalam industri retail

       Pada postingan sebelumnya saya telah memberikan tulisan mengenai analisa situasi pasar pada industri  retail.  Postingan saya kali ini masih akan membahas mengenai bisnis dalam industri retail, hanya saja kali ini yang akan saya bahas lebih kepada masalah persaingan dalam industri ini.

       Meskipun perekonomian nasional kini dihadapkan kepada dampak krisis ekonomi global, namun bisnis retail di Indonesia tidak terkendala bahkan masih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.  Hal itu dikarenakan potensi pasar di Indonesia masih cukup besar dan menguatnya usaha kelas menengah dan kecil, telah menambah banyaknya kelompok masyarakat berpenghasilan menengah-atas yang memiliki gaya hidup belanja di retail,terutama retail modern. Namun, pesatnya perkembangan pasar modern belakangan ini seringkali menuai protes dengan pihak yang merasa dirugikan seperti pasar tradisional atau bahkan dengan sesama retail modern.         Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, secara garis besar terdapat dua permasalahan yang hadir dalam industri retail di Indonesia, yaitu :
--> permasalahan retail modern versus retail tradisional, dan
--> permasalahan pemasok versus peretail modern.

       Akar permasalahan tersebut terletak pada hadirnya kekuatan pasar dari retail modern. Permasalahan dalam persaingan retail tradisional versus retail modern merupakan permasalahan yang lebih terkait dengan ketidaksebandingan yang menimbulkan masalah persaingan usaha tidak sehat.
       Sedangkan permasalahan pemasok versus peretail modern terkait dengan besaran trading term yang semakin meningkat sehingga menjadikan margin yang dinikmati pemasok semakin tipis. Pada saat yang sama, konsumen sesungguhnya belum tentu menikmati efisiensi pemasok karena sebagian ditransfer menjadi keuntungan bagi peretail.

Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan pemerintah untuk mengurangi masalah yang sering timbul dalam industri retail ini, diantaranya:

  • Melakukan pembatasan terhadap retail modern agar market power retail modern tidak terlampau besar.
  • Melakukan perlindungan terhadap usaha kecil dengan mengeluarkan kebijakan yang memfasilitasi terciptanya equal playing field (harmoni) antara usaha kecil, menengah dan besar.
  • Melakukan pengaturan agar interaksi dalam bisnis ritel juga terhindar dari upaya eksploitasi satu pihak terhadap pihak lain.
  • Tetap mensosialisasikan aturan dan sistem kemitraan sehingga para pemasok dari pedagang lokal tetap terlindungi.

Analisa situasi pasar pada industri retail

Retail berarti memotong atau memecah sesuatu. Usaha retaill atau eceran (retailing) dapat di pahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis.
Berbicara tentang retail, berarti berbicara tentang industri yang dinamis dimana terdapat hubungan dinamika antara manusia dengan barang yang diolah melalui ketatnya rentetan proses produksi dan panjangnya jalur distribusi.
Adapun fungsi dari retail yang sangat penting adalah dapat meningkatkan nilai produk dan jasa yang dijual kepada konsumen sehingga memudahkan distribusi produk-produk tersebut bagi perusahaan yang memproduksinya.
Industri retail berubah dengan sangat cepat, berikut beberapa perubahan yang paling sering di bahas saat ini adalah:

-->Banyaknya industri retail baru
Sejalan dengan munculnya industri retail  baru, saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail yang berbeda.  Dalam hal ini, tentu saja konsumen mendapat kemudahan.
--> Meningkatnya konsentrasi industri.
 Saat ini jumlah industri retail yang semakin meningkat, seharusnya jumlah pesaing dalam industri ini akan cenderung naik. Tetapi pada kenyataannya saat ini yang terjadi adalah jumlah pesaing dalam industri ini justru semakin menurun. Hal ini terjadi akibat banyaknya usaha retail yang harus keluar dari industri ini, sebagai dampak dari adanya persaingan.  Dapat dikatakan juga, mereka harus keluar dari industri ini mengalami kekalahan dalam bersaing dengan usaha retail yang lain.   Terdapat empat unsur yang dapat digunakan retail untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang berguna untuk menggolongkan retail tersebut, yaitu:

a.            Jenis barang yang dijual
b.            Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual
c.             Tingkat layanan konsumen
d.            Harga barang
Berdasarkan unsur-unsur diatas, retail dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a)  Supermarket tradisional.  Supermarket tradisional melayani penjualan makanan, daging, serta produk–produk non makanan, serta produk kesehatan, kecantikan, dan produk–produk umum laiannya.Sedangkan supermarket konvensional yang lebih luas juga menyediakan layanan antar,menjual roti dan kue-kue, bahkan makanan mentah, serta produk non makanan yang disebut sebagai superstore.
b) Big-box retailer.   Pada format big-box retailer,terdapat beberapa jenis supermarket, yaitu supercenter, hypermarket, dan warehouse club.
Supercenter: supermarket yang mampu menampung persediaan berkisar antara 12.000-  20.000 item. Supermarket jenis ini termasuk supermarket yang tumbuh dengan cepat.
Hypermarket: Toko eceran yang mengkombinasikan pasar swalayan dan pemberi diskon lini penuh. Yang mampu memiliki persediaan lebih dari 25.000 item.
Warehouse: ritail yang menjual produk makanan yang jenisnya terbatas dan produk-produk umum dengan layanan yang minim pada tingkat harga yang rendah terhadap konsumen akhir dan bisnis kecil. Bentuk interior yang lebih sederhana.

//sebagian artikel diambil dr google.com//

Jenis bisnis TIK dalam bidang E-commerce

Jenis bisnis dalam bidang TIK mempunyai cakupan yang luas, misalnya E-commerce.  E-commerce adalah suatu kegiatan jual beli yang dilakukan dalam dunia online.  Jenis E-commerce dapat dibagi  menjadi dua jenis, yaitu  Business to Business  (B2B) dan  Business to Consumer  (B2C).  Kedua jenis E-Commerce ini memiliki karakteristik yang berbeda. 
            Business to Business E-Commerce  memiliki karakteristik:
●  Trading partners  yang sudah  diketahui  dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
●  Pertukaran data (data exchange)  berlangsung berulang-ulang dan secara  berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang  digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
●  Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
●  Model yang umum digunakan adalah  peer-to peer, dimana  processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Consumer E-Commerce  memiliki karakteristik  sebagai berikut:    
● Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
●  Servis yang diberikan  bersifat umum (generic) dengan  mekanisme yang dapat digunakan  oleh khalayak ramai. Sebagai  contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
●  Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumen melakukan inisiatif dan produsen harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
●  Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan  processing  (business procedure) diletakkan di sisi server.

Perkembangan Bisnis Informatika di Indonesia

       Saat ini, bisnis dibidang Informatika dapat dibilang berkembang cukup pesat.  Hanya
saja, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, perkembangan bisnis informatika diindonesia dapat dikatakan masih berada dilevel bawah.
               
Kenapa bisnis IT di Indonesia tidak begitu maju jika dibandingkan dengan Negara-negara lain?
- Kendala ekonomi secara umum, yaitu keadaan ekonomi di Indonesia yang kurang stabil.  Sehingga berpengaruh terhadap kegiatan bisnis di Indonesia termasuk bisnis didalam bidang informatika.  Selain itu,  dengan kendala ekonomi ini, juga mempengaruhi kurangnya perkembangan teknologi yang terbaru.
- Kurang SDM, maksudnya adalah keadaan sumber daya manusia di Indonesia masih banyak yang kurang kompeten dalam bidang informatika.
- Kemampuan berbisnis rendah, yaitu masih sangat sedikit SDM yang mempunyai skill yang baik dalam berbisnis.
- Interest (investor) ke bisnis IT kecil, yaitu kurangnya orang yang berminat nuntuk berinvestasi dalam bisnis Informatika.
- Infrastruktur, masih kurangnya  saluran komunikasi formal dan informal serta alat-alat pengembangan perangkat lunak, sehingga kegiatan bisnis pun tidak dapat berjalan secara optimal.
- Moral, masih kurangnya moral sebagian pelaku bisnis, contohnya pembajakan.

game zig-zag(flash)

Untuk men-download game ini, silahkan download pada link dibawah

Zig Zag.exe

MEMBUAT ANIMASI GALAXY DENGAN 3DS MAX

• Pertama buat tiga buah objek sphere. Radius dengan posisi dan ukuran objek seperti gambar, Mars(A), Bulan (B) dan Bumi (C).






• Beri material pada masing-masing objek dengan perintah sbb:
1. Pilih objek A. Pilih menu Rendering, pilih Material Editor,atau tekan huruf M sebagai shortcut, klik tombol Get Material untuk menampilkan jendela Material/Map Browser.



2. Dalam jendela Material/Map Browser, pada grup Browse Form, pilih Mtl Library. Klik dua kali material dengan nama Space_Mars (Standard) sehingga material akan dimasukkan ke dalam jendela Material Editor.

3. Klik tombol Assign Material to Selection untuk memasang material pada objek Mars (A).

4. Gunakan perintah yang sama untuk memberi material pada objek B dengan material Space_Moon (Standard), dan objek C dengan material Space_Earth (Standard).

5. Tekan F9 untuk melakukan render dan perhatikan hasilnya.


• Untuk membuat langit, gunakan perintah berikut :
1. Pilih menu Render-Environment, klik Environment Map.




2. Berikutnya akan tampil kotak dialog Material/Map Browser. Pilih Noise dan klik OK.

3. Buka jendela Material Editor, klik tahan dan geser map Noise ke dalam jendela Material Editor pada material default yang tersedia, sehingga tampil kotak dialog Instance ( Copy ) Map—pilih Instance dan klik OK.











4. Didalam rollout Noise Parameters, ubah nilai parameternya dengan ketentuan : Noise Type=Turbulance, Noise Size=0.2, Noise Treshold High=0.7, dan Treshold Low=0.5.






5. Aktifkan viewport perspective dan tekan F9 untuk melihat hasilnya.

• Untuk menggerakkan objek, gunakan tombol Auto Key. Geser time slider ke posisi frame sesuai yang diinginkan dengan tombol Select and Move. Geser objek yang ingin digerakkan. Untuk mematikan proses pembuatan animasi, klik tombol auto key kembali.